Legenda Ne' Ragen dan Ne' Doakng - Asal Mula Adat ba Pantak dan Kematian (bagian 1)
![]() |
| Ilustrasi cerita |
Pada jaman dulu, dalam tradisi masyarakat Dayak Kanayatn, seorang bayi yang meninggal pada waktu lahir, tidak dikuburkan, sebagaimana biasanya saat ini, melainkan di gantung diatas sebatang pohon
Setelah cukup umur Doakng disunat. Ketika selesai disunat Doakng berpantang selama tiga hari tiga malam, ia tidak boleh kemana-mana dan tidak boleh memakan daging binatang sial seperti; pelanduk, kijang, rusa, sapi, dan kambing, serta beberapa jenis pakis tertentu. Secara kebetulan pada hari ketiga masa berpantang Doakng, datanglah seorang pemuda Laut Pakana, tetangganya (sekarang Melayu), bertamu ke rumah Ne' Ragen.
Doakng kemudian berkata;
"Pamujakng, kade' kalaparatn basuman ba ka' dapur diri' dikoa, tapi ame me kita' nyuman kambing man sapi. Kade' kita' nyumanna' jukut koa, baik kita suman maan ka' dapur lain. Kade' kita na' ngasiatn kata ku nian awas me kita"
Anak muda, kalau kelaparan masaklah di dapur kita tetapi jangan masak sapi atau kambing. Kalau mau masak barang (sapi atau kambing) itu, sebaiknya di dapur lain, Awas kalian kalau tidak menuruti kataku ini.
Setelah berkata demikian, Doakng tidur dengan tangkitn yang terasah tajam yang terselip dipinggangnya dan disampingnya tergeletak sumpit dengan mata sumpit yang diolesi getah ipuh.
Getah ipih adalah sejenis tumbuhan yang getahnya mengandung racun mematikan dan biasa digunakan untuk mengolesi jarum untuk peluru atau mata sumpit busur panah
Pemuda Laut tadi ternyata tidak menuruti pesan Doakng, ia memasak daging kambing yang dibawanya dari rumah, sehingga pemuda itu berubah menjadi seekor kambing yang dibawanya dan rumahnya. Apa yang terjadi kemudian pemuda itu berubah menjadi seekor kambing, dan seketika itu Doakng terjaga dari tidurnya. Sejenak ia lupa diri lalu menghunus tangkitn nya dan memenggal kepala kambing itu hingga putus.
Ketika sadar Doakng terkejut lalu berkata;
"... Koa dah putus unang tage' nyu kambingngaa, tapi koa ihan Jubata a, buke munuh manusia, aku ga' munuh laok. Ame ia madi mangka', babangawar ka' aku, jukut ia dah mati dijanjinya, diuntukngnya"
...tetapi itulah wahai Jubata, aku bukan membunuh manusia tetapi binatang, semoga ia tidak menjadi penyakit, menyentuh dan menurunkan hal yang kotor dalam hidupku, karena ia mati sesuai dengan janji dan takdir hidupnya.
Doakng kemudian melaporkan kejadian ini kepada orang tua dan sanak saudara pemuda tadi.
"Mau bagaimana lagi, ia sudah meninggal sesuai dengan takdirnya, kuburlah.."
Demikian kata keluarga si pemuda malang tersebut.
Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, Doakng minta belajar dan merantau kepada orang tuanya. ia kemudian minta dibuatkan kapoa bergambar.
Kapoa adalah celana tradisional yang terbuat dari kulit pohon kayu, yang dililitkan dipinggang untuk menutupi aurat), baju marote (baju tanpa kancing dengan model rompi), otot baukir (tato), jabakng (perisai), dan tangkitnya
Semula ayahnya Ne' Ragen tidak menyetujui niat anaknya karena Doakng terus menerus memohon, akhirnya ia mengijinkan anaknya pergi.
Hari pertama menjelang keberangkatannya, Doakng memperisiapkan segala bekal dan perlengkapannya.
Hari kedua ia mato' (melakukan upacara adat untuk memanggil roh halus atau kamang untuk menyertainya dalam peperangan) minta penyertaan dari Bujang Nyangko, Kamang Lejak, Kamang Nyado. Rasi (tanda-tanda alam) yang diterimanya setelah mato' sangat baik, maka ia berangkat meninggalkan Pakana.
Hari ketiga pada saat subuh, ia berjalan menuruti langkah kakinya, tanpa tujuan yang pasti hingga sampailah ia di sebuah hutan lebat (udas), ia beristirahat sejenak, lalu membuat Jukut diampa
Jukut diampa adalah perlengkapan makan sirih seperti; sirih, kapur, pinang, dan daun gambir ditambah rokok dari daun nipah. Perlengkapan tersebut merupakan prasyaratan untuk melakukan upacara adat sederhana
dan menyampaikan maksud tujuannya kepada roh-roh halus penghuni tajur (lereng bukit), gantekng (pertemuan dua dataran tinggi atau lembah), bukit yang tinggi, pohon yang besar, seperti ketika ia menyampaikan maksud dan tujuannya kepada kamang.
Sumber Cerita: Singa Jumin, Binua Kaca' Kec Menjalin.
Video terkait
