Hudoq, Tarian Tradisional Suku Dayak yang Unik dan Syarat Dengan Unsur Mistis

Beberapa penari Hudoq. Foto: guideku

Haii Sahabat Dayakreview.com, pernah kalian menyaksikan beberapa tarian pertunjukan tradisional suku Dayak yang unik dan syarat dengan mistis nya. Yappzz… salah satu nya adalah tarian Hudoq. Makin penasaran kan? Berikut admin bahas mengenai tarian hudoq, Simak sampai tuntas ya. 

Hudoq merupakan sarana penghubung antara roh gaib dengan manusia untuk berkomunikasi, mengusir roh jahat, sebagai permintaan kekuatan, perlindungan, keberhasilan dalam usaha pertanian, ungkapan rasa syukur atas hasil panen, serta sebagai sarana hiburan.

Nama tarian ini diambil dari kata hudoq yang artinya; menjelma. Masyarakat Suku Dayak menggambarkan hudoq dalam berbagai wujud muka yang melambangkan berbagai karakter, seperti; karakter penghancur, pelindunng, dan leluhur.

Wujud muka babi, monyet, dan hewan lain yang menganggu pertanian, dianggap sebagai hama. Sebaliknya, ada sosok burung elang yang dianggap dapat melindungi hasil panen. Ada pula hudow berbentuk manusia yang jadi simbol nenek moyang atau leluhur suku Dayak.

Keunikan lain dari tarian ini terlihat dari kostum yang dipakai oleh para penari. Kostum yang mereka pakai terbuat dari dedaunan hijau yang ditempelkan di tubuh penari. 

Tidak diketahui pasti bagaimana tarian Dayak ini muncul, namun yang jelas, tarian hudoq sudah ada sejak zaman dahulu dan berkembang di tengah kehidupan masyarakat suku Dayak Bahau, Dayak Mondang, dan Dayak Kenyah yang merupakan sub-etnis Dayak di provinsi Kalimantan Timur.

Tarian Dayak ini banyak dimainkan oleh laki-laki dikarenakan, mereka harus berkeliling kampung dan membawa topeng hudoq yang lumayan berat, sehingga memerlukan fisik yang kuat dan stamina yang stabil. Mereka akan menari mengikuti pola irama dari alat musik pengiringnya. Jika ketukannya berubah, maka gerakannya pun akan ikut berubah. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut macam-macam properti topeng hudoq: 

Hudoq Uling; bentuknya menyerupai manusia. 

Hudoq Urug Tingang; bentuknya menyerupai burung enggang. 

Hudoq Urung Bavui; bentuknya menyerupai mulut dan muka babi. 

Hudoq Urung Hooq Waang; bentuknya menyerupai hidung anjing dan ditambah dengan ukiran dengan ukiran naga. 

Hudoq Urung Magaaq; bentuknya menyerupai naga. 

Hudoq Urung Inang Berang; bentuknya merefleksikan mahluk halus. 

Hudoq Urung Kuwau; bentuknya menyerupai wajah seorang perempuan atau ratu. 

Hudoq Urung Pakau; merupakan gambaran dari roh halus dengan bentuk hidung besar.


Hudoq Uling. Foto: pinterest

Hudoq Urug Tingang. Foto: Chris Djoka

Hudoq Urung Bavui. Foto: Indonesia Kaya

Hudoq Urung Hooq Waang. Foto: lot art


Hudoq Urung Magaaq. Foto: Good News From Indonesia


Hudoq Urung Inang Berang. Foto: pinterest


Hudoq Urung Kuwau. Foto: get lost


Hudoq Urung Pakau. Foto: pinterest

Tarian hudoq biasanya diiringi dengang iringinan musik khas suku Dayak, seperti; gendang dan gong. Kemudian saat alat musik ditabuhkan, terdapat juga beberapa sesaji yang digunakan untuk mengundang roh supaya merasuki para penari dan saat sudah dirasuki penari akan mengikuti irama musik yang dibunyikan. Pada proses akhir dari upacara adat, pawang akan merapal beberapa mantra agar roh-roh tersebut untuk kembali ke asalnya.

Bagaimana Sahabat Dayakreview.com, apakah sudah jelas atau belum? Untuk saran dan kritik boleh diketik pada kolom komentar ya. Terima kasih.

 

Referensi:

katadata

ePrints UNY

Powered by Blogger.