Mengenal Sumpit, Senjata Khas Suku Dayak yang Ditakuti

Suku Dayak menggunakan sumpit. Foto: BeritaSatu

Halloo Sahabat dayareview.com, pernahkah kalian mendengar istilah sumpit? Eittss, tapi bukan sumpit yang untuk makan yaa.. Sumpit adalah senjata yang biasa digunakan untuk berburu, pertempuran terbuka atau sebagai senjata rahasia untuk pembunuhan secara diam diam, yang penggunaannya dengan cara ditiup.

Sumpit terbuat dari pohon kayu yang keras berbentuk bulat dengan panjang mencapai 2 meter, diameter batang 2 cm, dan diameter lubang 1 cm. Proses senjata ini dibuat dengan penuh ketelitian agar mendapatkan akurasi yang baik pada saat digunakan. Adapun peluru sumpit (damak) terbuat dari bambu atau sejenis pohon palm (nibung) tua, kemudian batang bambu tersebut dibentuk menjadi bilah kecil yang meruncing dan tajam di ujungnya. Sebelum digunakan untuk berburu, peluru sumpit dilumuri dengan getah pohon (nipoh) beracun, sehingga hewan buruan yang terkena akan mati dalam beberapa waktu kemudian.

Damak atau peluru sumpit. Foto: Kompas.com

Di Dunia banyak masyarakat adat memiliki sumpit misalnya, pada suku Dayak yang berada di daerah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Selain itu ada juga suku suku pribumi di Amerika Selatan dan Jepang. Di Jepang sumpit dikenal dengan sebutan fukiya yang biasa digunakan oleh samurai sebagai senjata untuk mematikan musuh.

Suku Waorani di Equador. Foto: depositphotos

Penggunaan Fukiya. Foto: enorcerna

Pada zaman penjajahan Kolonial Belanda di Kalimantan, pasukan Belanda memiliki senjata senapan yang canggih pada masanya, sedangkan prajurit Dayak hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata lebih takut terkena anak sumpit dibandingkan prajurit Dayak diterjang peluru.

Hal yang membuat pihak penjajah takut adalah anak sumpit yang beracun, karena biasanya sebelum berangkat ke medan pertempuran, para prajurit Dayak sudah mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren dan saat dalam kesenyapan, mereka beraksi dengan meniup anak sumpit ke arah target atau musuh.

Pertanyaannya kenapa harus menggunakan sumpit?

Dari segi penggunaannya, sumpit memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh, bahan pembuatannya yang alami sehingga tidak merusak alam, dan memiliki akurasi tembak yang dapat mencapai 200 meter. Pada masa sekarang, masa berperang telah di lewati dan kegiatan berburu sedikit demi sedikit sudah ditinggalkan, kegiatan nyumpit tidak lagi dilakukan sebagaimana mestinya. Namun dalam upaya pelestarian budaya, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk permainan atau perlombaan pada kegiatan-kegiatan budaya.

Berikut ini admin tampilkan beberapa foto keseruan perlombaan sumpit pada kegiatan budaya yang dihimpun dari berbagai sumber:

Foto: Pontianak Tribun News

Foto: Kumparan

Foto: Kebudayaan Kemendikbud

Bagaimana Sahabat dayakreview.com, mengenai penjelasan senjata sumpit tersebut? Untuk saran dan kritik boleh diketik pada kolom komentar. Terima kasih.

 

Referensi:

osc medcom

tempo witness

Powered by Blogger.